Assalamu’alaikum..
Sekarang sedang ramai-ramainya paska pemilu ni,
Ada beberapa ulama yang berkeyakinan bahwa pemilumerupakan sistem hasil pemikiran dari kaum lain,
Sehingga diragukan kebarokahannya..
Pada dasarnya pemilu itu merpakan suatu sistem untuk menentukan pemimpin
Sedangkan dalam islam sendiri menentukan pemimpin itu adalah suatu kewajiban,
seperti pada contoh kasus kecil ketika beberapa orang melakukan perjalanan
hendaknya dia mengangkat seseorang pemimpin diantaranya agar perjalanan tersebut tidak menjadi chaos (kacau) adanya,
karena perbedaan kepentingan dan visi masing-masing pihak. Itusalah satu contoh mengapa kita perlu mengangkat seorang pemimpin..
Kita butuh pemimpin untuk…
melindungi hak ibadah kita, jiwa kita, nafs/raga kita, agama kita dan tumpah darah kita (tanah air)
dari intervensi pihak lain
Kita sebaiknya mengunakan hak suara kita, karena jika tidak pemilih lain yang notabene belum tentu memilih pemimpin yang baik
dan mereka tetap memilih maka suara merekalah yang akan mendominasi.
Pilihlah yang terbaik diantara yang baik, atau setidaknya yang baik diantara yang kurang baik,
atau yang mendingan diantara yang buruk
Pada jaman kekhalifahan dulu kita bisa mengadakan pemilihan langsung
dikarenakan antara masyarakatnya masih saling mengenal kualitas dan kuantitas si pemimpin
Bila menengok sejarah, Pemimpin kita terdahulu seperti
PM. M. Natsir, Syafrudin Prawiranegara, Mr.Roem, dll hingga Kahar Muzakkar
sudah meneriakkan syariat islam dalam mengelola negara ini diantaranya dengan adanya Masyumi
meski pada akhirnya misi kebangsaaan yang diusung Soekarnolah yang akhirnya digunakan oleh masyarakat kita,
Saat ini kabarnya ekonomi syariat mulai dilirik orang karena ketangguhannya dalam menghadapi krisis global yang melanda dunia.
dikarenakan bersandarnya perekonomian dunia pada mata uang Dollar.
Saat ini terdapat trend banyaknya para artis yang mencalonkan diri sebagai caleg (Calon Legislatif)
dan memilliki suara yang ckup dominan, dari rieke dyah pitaloka, nurul arifin, venna melinda, eko patrio hingga mandra
Kita memilih qawwam (imam) yang baik buat kita, yang kita harapkan dapat mewakili kita di pemeritahan,
mereka mungkin saja tau banyak tentang pemerintahan ?
mereka mungkin saja peduli dengan kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia pada umumya,
Hanya Tuhan Yang tau..
Semoga saja para anggota legislatif yang terpilih nanti pada akhirnya
dalam menjalankan tugasnya di awal hingga akhir periode jabatannya
tidak hanya akan “berusaha balik modal” atas investasi kegiatan kampanye yang dilakukannya s
emasa dia berposisi sebagai calon legislatif
Sekarang kita tinggal melihat hasil akhirnya dari drama politik koalisi antar partai-partai yag dominan di pemilu tahun ini,
semoga meski tetap dengan cara “politik berbagai kepentingan”
dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang segar (fresh) berpikiran,
berwawasan dan bervisi kebangasaan yang tinggi alias pro rakyat setidaknya memikirkannya.
amiin…
love
-phu-