BAHAN bakar air? Kedengarannya aneh. Maka wajar jika menimbulkan pertanyaan. Namun jika umat Islam memahami makna-makna yang terkandung di dalam Alquran, sebenarnya hal itu bukanlah sebuah kemustahilan. Seperti disebut Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Khoiruddin Bashori, berasal dari mencerna apa yang termaktub di dalam Surat At-Thur (6) yang mengatakan ‘perhatikan laut yang berapi’, Surat Al-Anbiya’ (30):
‘Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu hidup’, serta Surat At-Takwir (6): ‘Dan apabila laut dipanaskan’. Dari surat-surat di Alquran inilah kehadiran bahan bakar air dimulai.
“Tentu dengan melakukan penelitian dan pengembangan yang cukup panjang. Saat ini telah ditemukan teknologi yang mampu memproduksi bahan bakar dengan bahan baku air (hidrofuel). Produk ini hasil penelitian UMY,” jelas Khoiruddin, Selasa (12/2) lalu.
Tentu bukan tanpa alasan bagi UMY dengan kajian dan melakukan penelitian tersebut. Tak semata-mata beratnya beban pemerintah yang terus mengalami defisit anggaran dan tingginya subsidi pemerintah untuk BBM yang terus menanjak. Ttahun 2007 lalu saja, subsidi sudah mencapai Rp 50,64 triliun. Ketika bahan bakar dari minyak bumi dan batubara bukan hanya makin sulit diperoleh namun menyisakan emisi gas yang berbahaya bagi kesehatan, pelbagai alternatif harus dilakukan.
“Fakta ini menimbulkan kesadaran peneliti UMY untuk melakukan eksplorasi terhadap sumber bahan bakar baru,” kata Khoiruddin didampingi Ketua BHK UMY, Achmad Ma’ruf SE MSi.
Karena itu pula, UMY memperkenalkan Banyugeni, hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti yang terdiri dari Drs Purwanto, Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K Haryadi MT, Ir Lilik Utari MS dan Dra Nike Triwahyuningsih MP, yang menghadirkan hidrofuel. Hasil penelitian ini setidaknya bisa menjadi jawaban atas `tantangan’ Presiden SBY akan kehadiran bahan bakar air, beberapa waktu lalu. “Produk hidrofuel hasil penelitian UMY ini telah dipatenkan dengan nama Banyugeni,” kata Ma’ruf.
Produk hidrofuel ini memiliki varian berupa hidro-kerosene (setara minyak tanah), hidro-diesel (setara solar), hidro-premium (setara bensin) dan hidro-avtur (setara bahan bakar jet). Ke depan, sebut Ma’ruf, akan dikembangkan produk lain yang memiliki keunggulan lebih dari varian yang ada saat ini. “Produk ini sudah diuji PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya, ke-4 varian banyugeni telah memenuhi standar Ditjen Migas,” tambah Ma’ruf.
Hasil ujicoba menunjukkan jika hidro-kerosene dapat langsung digunakan untuk menyalakan kompor minyak tanah, lampu minyak atau petromak. Hidro-diesel dapat langsung digunakan pada mesin diesel atau mobil dengan bahan bakar solar. Sementara, hidro-premium dapat langsung digunakan pada mobil, motor dan mesin berbahan bakar bensin serta pesawat aeromodeling. Sementara, hidro-avtur telah diujicobakan pula pada mesin berbahan bakar jet (jet-fuel), misal untuk pesawat aeromodeling.
Penelitian ini memang akan terus dikembangkan. Tidak hanya pada level laboratorium namun menurut Kepala BHK UMY juga level industri. “Sehingga akan dapat memenuhi kebutuhan energi sektor transportasi, sektor industri dan sektor rumahtangga dengan harga murah,” kata Ma’ruf. Apalagi bahan bakar ini juga bisa dikatakan tidak merusak.
Seperti pengujian terhadap hidro-kerosene memperlihatkan bahwa bahan bakar rakyat tersebut selain tidak korosif, tidak beracun dan tidak beremisi bahkan tidak meninggalkan asap jelaga yang berlebihan. Seperti dalam pengujian untuk hidro-premium hasilnya menunjukkan sangat tidak korosif atau tidak menyebabkan karat, skala copper strip corrosion 1a. Juga tidak meninggalkan residu karena hanya 0,5%vol dari maksimal 2,0%vol yang diizinkan.
“Selain itu kandungan bahan pencemar dari emisi bahan bakar ini sangat rendah. Antara lain kandungan sulfur hanya 0,03%wt dari maksimal 0,05%wt yang diizinkan. Sedang kandungan timbale (Pb) hampir nol dari maksimal 0,013 yang diizinkan,” jelas Ma’ruf.
Ma’ruf dan juga Khoiruddin mengakui, implikasi produk ini sangat luas. Pengurangan beban biaya produksi semua sektor dan secara langsung bisa menghemat anggaran untuk subsidi BBM. “Yang paling penting, ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan kelompok apalagi golongan,” jelas Khoiruddin Bashori.
Pengganti BBM
Akhir pekan ini, harga minyak dunia menembus angka US$ 126 per barel. Harga minyak yang membubung itu bikin subsidi melambung. Pemerintah pun menjadi bingung. Sungguh beban yang amat berat bagi pemerintah yang sekarang ini terus mengalami defisit anggaran.
Sementara kabar mendung itu berembus, titik terang datang dari Yogyakarta. Tim peneliti dari Pusat Studi Pengembangan Energi Regional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil melakukan riset bahan bakar berbahan dasar air. Hasil penelitian itu berupa bahan bakar pengganti minyak tanah, solar, bensin, dan avtur.
Atas penemuan itu, UMY telah mengadakan launching tentang bahan bakar yang dinamai Banyugeni. “Pada saat ini sedang dalam masa fabrikasi,” kata Rektor UMY, Khoiruddin Bashori.
Khoiruddin menyatakan, hydrofuel sangat menjanjikan sebagai alternatif energi. Bahkan Banyugeni siap diproduksi secara komersial untuk industri dan kepentingan masyarakat luas. “Untuk membantu rakyat kecil,” katanya.
“UMY ingin memberikan hasil penelitian ini untuk seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia. Soal bahan baku, sangat melimpah di sekitar kita,” ia menegaskan. Sebab bahan baku Banyugeni yang paling pokok adalah air. Bisa menggunakan air tawar ataupun air laut.
Sebelumnya, UMY menggelar soft launching kampus UMY, Jalan Ring Road Barat, Bantul, Yogyakarta, 13 Februari silam.
Dalam acara itu dilakukan penyalaan lampu dan kompor minyak menggunakan hydro-kerosene (pengganti minyak tanah) Banyugeni. Nyala lampu maupun kompor normal dan tidak menimbulkan asap jelaga berlebihan.
Untuk hydro-diesel (kembaran solar) dan hydro-premium (setara bensin), percobaan dilakukan dengan menggelontorkannya ke tangki traktor dan sepeda motor. Ketika traktor distarter, asap hitam mengepul dari cerobong traktor saat pertama kali menyala, selanjutnya bening. Knalpot sepeda motor juga tidak menimbulkan asap lengas.
Sedangkan hydro-avtur (pengganti avtur) juga sudah dijajal di Lembaga Pendidikan dan Latihan Penerbangan Surakarta, menggunakan pesawat ultra-ringan tipe Jora, pada 11 Februari 2008. Mesin Rotax 582 yang dipakai pesawat ringan tersebut ternyata mudah beradaptasi dengan hydro-avtur. UMY memperoleh surat resmi dari lembaga tadi yang menyebutkan bahwa hydro-avtur Banyugeni bisa digunakan untuk menerbangkan pesawat. “Dalam surat itu juga disebutkan, baik untuk start engine maupun power memuaskan,” kata Khoiruddin.
Uji coba berlangsung lancar. “Penelitian ini menggunakan air laut karena kalau menggunakan air tanah akan berbenturan dengan kepentingan manusia,” tutur Purwanto, seorang peneliti. Dia menjelaskan, pada hakikatnya air (H2O) adalah api. Jika atom 2H20 terpecah menjadi 2H2 dan O2, maka H2 bisa menyala, bahkan bisa meledak. Sedangkan O2 merupakan komponen pembakar.
“Tak ada api tanpa oksigen. Dari teori seperti ini, maka bukan hal aneh membuat bahan bakar dengan bahan dasar air. Jika temuan ini diproduksi secara massal, persoalan bahan bakar bukan lagi masalah utama di negeri kita,” ujar Purwanto optimistis. Selain Purwanto, penelitian juga dilakukan oleh Bledug Kusuma Prasadja, Tony K. Haryadi, Lilik Utari, dan Nike Triwahyuningsih.
Nike Triwahyuningsih menjelaskan bahwa semua jenis air bisa diolah menjadi hydrofuel setelah melalui proses pemurnian air. Air murni merupakan bahan dasar Banyugeni. Untuk memperolehnya, dari satu liter air tanah, setelah dimurnikan, akan diperoleh 0,5 liter air murni. Untuk air laut, volume air murni yang diperoleh bisa lebih banyak.
Limbah hasil proses pemurnian ini pun masih bisa dimanfaatkan, misalnya untuk pupuk atau aspal. Proses pemurnian air ini lazim disebut demineralized water alias demin water. Pertamina juga memproduksi air murni melalui Water Treatment Unit Pengolahan III Plaju, Palembang. Air murni produksi Pertamina Plaju diproses dengan metode pertukaran ion (ion exchange) menggunakan ion exchange resin sebagai media penukar ion.
Ion adalah atom bermuatan listrik positif maupun negatif. Ion dalam permurnian air berfungsi sebagai pengikat mineral. Demin water adalah air murni dengan kandungan mineral sangat kecil. Pertamina Plaju memproduksi 45.270 meter kubik air murni per tahun. Dalam bidang kedokteran, air murni biasanya digunakan untuk mengobati pasien gagal ginjal.
Sedangkan untuk menghasilkan bahan bakar dari air murni, para peneliti memakai teknologi mekanotermal-elektrokemis yang mencakup empat macam proses, yaitu mekanik (gerak), termal (panas), listrik, dan kimiawi. Perpaduan keempat proses itu dengan bahan baku air murni menghasilkan empat produk bahan bakar. Menurut Bledug Prasojo, hydrofuel sangat hemat.
Dari satu liter air murni dapat tercipta bahan bakar yang jumlahnya kurang lebih sama. “Penyusutannya sedikit, sekitar 10%,” ujarnya. Air yang digunakan adalah air biasa atau air tawar. Air laut juga bisa digunakan, tapi harus melewati fase penyulingan terlebih dahulu.
Meskipun terbuat dari air, toh bahan bakar hydro tidak menyebabkan karat (korosif). Kelebihan lain, emisinya sangat rendah. Tidak hanya lewat pantauan indra, melainkan juga melalui uji laboratorium. Produk ini sudah diuji di PT CoreLab Indonesia, laboratorium internasional yang independen. Hasilnya menunjukkan, empat varian Banyugeni telah memenuhi standar Dirjen Migas.
Menurut hasil uji laboratorium, selain tidak korosif, residu pada hydro-premium sangat rendah. Standar baku menetapkan 2,0% volume hydro-premium mencatatkan residu pada nilai 0,5%. Kandungan pencemar lainnya juga tipis. Bahkan kandungan timbalnya hampir nol.
Seperti saudaranya, hydro-avtur juga tidak korosif dan beremisi rendah (total sulfurnya hanya 10% dari maksimal yang dipersyaratkan). Ia juga tidak mudah membeku (freezing point minus 45 derajat celsius). Ketahanan terhadap pembekuan memang penting bagi bahan bakar pesawat. Sebab, jika pesawat terbang tinggi, suhu udara yang mengelus pesawat bisa mencapai minus 25 derajat celsius.
Hydro-diesel juga tidak korosif, beremisi rendah, dan tidak meninggalkan residu berlebihan. Itu pula yang dicatatkan hydro-kerosene. Bahan bakar rakyat itu, selain tidak korosif, juga tak beracun.
Setelah lulus dari rangkaian ujian coba itu, menurut Bledug, penelitian hydrofuel sudah final. Namun, untuk memproduksi secara massal dan komersial, ada serangkaian proses lebih lanjut. Tentu harus pula melibatkan pabrikan yang bisa memasok bahan baku air murni.
“Harus melalui perhitungan-perhitungan rumit. Tim peneliti harus berkumpul lagi dan merumuskan rancangan-rancangannya,” Bledug menegaskan. (banyugeni.com/gtr)
taken from
http://banyugeni.com/
http://www.tribunkaltim.com/Nasional/Kaji-Alquran-Hasilkan-Air-Pengganti-BBM.html
Wah,, hebat ya,,
menurut phu c, solusi yang seperti ini niy yg harus disponsori penelitiannya oleh pemerintah khan ?
dari pada qt terus berharap menggunakan bahan bakar yg tak dapat diperbarui seperti minyak bumi dan kawan-kawan, yg pst persediaannya akan membutuhkan waktu lama utk diperbarui,
solusi air sebagai pengganti BBM, kalau dapat berhasil dengan lancar, merupakan sesuatu yang BRILIAN,,
dan ternyata,, knoledge awal-nya malah terdapat di dalam Al Qur’an, subhanalloh,,
20 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment


















assalamu’alaikum missphu
kita memang udah harus mikir alternatif lain buat BBM mbak.apalagi kalo pihak asing terus-terusan mengeksploitasi bumi pertiwi kita.
sesungguhnya, allah memang telah menurunkan semua tanda-tanda penciptaan, hanya jika kita memperhatikan.
namun sayangnya, kita yang islam sendiri jarang yang mau nelaah kitab suci kita sendiri ya, mbak?
padahal allah yang maha baik udah kasih tau semua didalam alquran.
lama gak mampir, sekarang kerja dimana, mbak?
wa’alaykumussalam mba ika
mengkaji Al Qur’an mmg insya Alloh banyak manfaatnya ya ?
syukron sdh mampir
tapi ini bener gak sih, kayanya sih ngga cuman isu doang deh, aku pernah baca di milis juga soalnya
kyknya bkn hoax deh bro
http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=2543
http://www.indonesia.go.id/id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=7061
Subhannallah, so when my jet will use this fuel…???
assalamu’alaikum…..
mestinya yg punya pemikiran beginio harus didukung sama pemerintah n wong cilik….. kalo perlu gantiin menteri ESDM yang bisanya cuma naikkin harga BBM doank…
bukannya nyari solusi malah bikin masalah buat wong cilik.
BBM naik semuanya naik… sukur-sukur kalo kita bisa naik jadi presiden….. lha wong makan saja sudah susah…..
saluuut buat para peneliti UMY… mudah-mudahan bisa jadi berkah bagi wong cilik…… jangan dijadikan bisnisan buat menguntungkan wong gedhe…..
BBM naik semua harga jadi ikut naik…. …, kira-kira gaji bisa ikutan naik ga yah…..?
tapi yang pasti jumlah orang miskinnnnn pasti jadi naik… ane jamin……pasti…..
BTW katanya ada jaring pengan sosial yg ada Plus plus nya… kira-kira efektif ga yah….?
lagian pengalaman lalu JPS cuma buat ngiming-ngimingin wong cilik biar ga banya protes…. meskipun pelaksanaannya ada juga yang ga kebagian meskipun dah ngaku orang miskin.
Mudah-mudahan aja JPS++, jumlahnya ++, yang kebagian ++, jatahnya++, tapi nyangkutnya jangan ++…. bisa-bisa yang tersalurkan jadi – - alias mimin….
apapun yang jadi kebijakan pemerintah semoga bisa kita sebagai masyarakat ga bisa kutik…. percuma teriak…, koment atau apapun … apalagi demo-demo…. Capek deeeech… ga didengerin……
mending kita ikutin aja arusnya…. tinggal gimana nasib aja yang perlu kita (kiiitaaaa…….. LO aja kaleee……… gue kagakkk……..<<<<!) perjuangkan yang sisanya yaaaah takdir…. he he …..
buat UMY teruskan penelitianmu untuk kehormatan dan kesejahteraan masyarakat miskin…. bikin bensin yang murah kalo perlu alatnya juga murah…. biar kejangkau….. nnnn jangan sampe salah sasaran lagi… ( kaya subsidi ajaaaa…..) pokoknya…. teruskan penelitiannya sampe ada hasilnya sebelum orang miskin mati kelaparan karena ga bisa makan BBM
hebat…bbm dri air…
tapi klo boleh tau ni,sebenernya yg nemuin pertama kali di indonesia tu siapa???
banyak yg ngaku nemuian bbm dari air..,tpi trnyata belum bisa diterapkan di motor,mobil dll…artinya semua itu masih teori dan belum nyata diterapkan.
aku denger da yg nemuin bbm air,dari jogja juga sih tapi bukan dri umy dan ktne dah diterapkan di kendaraan dan teruji.
klo boleh tau sistem kerjanya gimana ya??pake elektrolisis kan?trus sistemnya gimana?
tolong aku diemail dong tentang sistem kerjanya!
Yang jadi masalah adalah apakah dalam memproses bahan bakar air ini tidak memerlukan energi ? jika notabene masih memerlukan energi seperti listrik maka hal itu bukan penghematan namanya hanya pengalihan bentuk energi. Maka perlu pengembangan sumber daya lain yang dari alam misalnya matahari atau bahkan atom
assalamu’alaikum…
alhamdulillah klo masih ada yg inget ma kehancuran nasional…!!!
jd klo Qt2 masih nget ma semuanya “insyaallah”kebangkitan nasional akan terwujud.
saya pingin belajar boleh ka?!!!
kalo ga salah sih butuh energi listrik yang cukup besar buat memproduksi bahan bakar air. kalopun begitu ya jangan pake PLN yg pake solar jugak… sama aja bo`ong..
coba pemerintah bikin pembangkit listrik tenaga angin kayak di luar negri sana, pasang di daerah berpantai kayak di nusa tenggara atau mana kek yang anginnya gede, mengingat posisi indonesia itu di tengah. antara asia ama australia.. listriknya dipake buat memproduksi BB air. atau pake tenaga atom, atau juga matahari. modal pertama aja yang besar, tapi kan pasti balik modal kalo bisa berjalan…
Assalaamu’alaikum. Lam kenal K’. Wuih, artikelnya EXCELENT. Sub’hanallah. Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar
Semoga bisa segera diaplikasikan pemakaiannya biar pemerintah nggak terlalu sibuk ngurus BBM dan demo Mahasiswa yang sudah sulit di kontrol…berkuranglah(kalo benar2 ga’ada demo, nggak mungkin juga khan????)
yang baru luncur ….
bio pertamax n bio solar
http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3383&Itemid=33&lang=id
pengembangan bahan bakar nabati,
saya ikut do’akan smg bener2 bs terwujud ya blue energy tsb.
Sebagai guru kimia saya masih kurang percaya jika air laut bisa langsung digunakan sebagai pengganti BBM mengapa ? Air laut jika di elektrolisis memang menghasilkan gas H2 ( hidrogen yang mudah meledak ) dan O2 ( oksigen ) yang mudah terbakar. Jika pada penjelasan diatas Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaiankarbon tertentu,” ini berarti harus ada bahan lain yang mengandung rantai carbon atau senyawa hidrocarbon tertentu yang akan bereaksi dengan hasil hidrolisis air laut tersebut. Jika gas H2 direaksikan dengan senyawa hidrocarbon tersebut yang terjadi adalah reaksi adisi atau substitusi bukan untuk memperpanjang rantai carbon untuk menghasilkan bensin , solar atau avtur seperti yang dijelaskan pak Djoko.
Jadi kesimpulannya masih ada bahan hidrocarbon yang disembunyikan atau dirahasiakan oleh pak Djoko ? Bahan apakah itu ? Saya setuju dengan Pengumuman resmi Kementrian Ristek menurut berita Harian Kompas Selasa 3 Juni 2008 menyebutkan bahwa sample “Blue Energy” sdr. Djoko ternyata bukan dibuat dari air laut, tetapi dari bahan baku minyak bumi. Ini adalah hasil analisis Chromatographi di Laboratorium Kementrian Ristek.
Saya sekarang sedang menyusun suatu teori tentang Air laut sebagai bahan baku pembuatan energi alternatif masa depan pengganti BBM yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan dapat saya presentasikan di depan para ahli – ahli kimia diseluruh dunia. Sementara ini saya hanya perlu data berapa besarnya kalor yang dibebaskan pada pembakaran bensin , solar dan avtur sebagai pembanding. Saya optimis sekali bahwa jumlah energi (delta H) reaksi yang dihasilkan pada hasil pengolahan air laut tersebut tidak jauh berbeda dari delta H pembakaran bensin, solar dan Avtur.
Jika teori saya ini terbukti maka tidak mustahil bahwa air laut dapat diolah menjadi suatu gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti BBM, tetapi harus memodifikasi sistim permesinan karena bahan bakar yang dihasilkan bukan dalam bentuk cair tetapi dalam bentuk gas.
Jika penelitian saya ini berhasil maka di tiap kabupaten atau propensi di seluruh indonesia bisa didirikan pabrik pabrik pengolahan air laut untuk menghasilkan bahan bakar tersebut dan akan menjadi penghasilan di tiap – tiap propensi di seluruh Indonesia. dan hak paten penemuan ini tetap milik saya dan saya berhak untuk mendapatkan royaltinya. Inilah impian saya dan seluruh masyarakat di seluruh dunia. Amin !
Impian saya ini bukan cerita kosong tetapi InsyaAllah akan menjadi kenyataan jika pihak pemerintah atau pertamina mendukung penelitian saya ini atau bapak presiden membantu saya.Jika bapak SBY mau membantu saya maka saya juga akan membantu bapak dan masyarakat di dunia ini.
Hormat saya
Drs. H. Budi Prasetyo
Guru Kimia SMA YPS P.T. INCO Soroako
Alumni Jurusan Kimia IKIP Malang angkatan’83
Alamat : SMA YPS Soroako P.T. INCO Soroako
Jl. Jawa no 1 Soroako , Kec Nuha, Kab Luwu
Timur Sulawesi Selatan.
HP : 0813 55 178 200
Phone : 021 524 9100 ext 3631
memang bagus hydrofuel ni tapi kenapa susah nak cari maklumat pasal nj.saya nak wat kajian sendiri untuk sekolah tapi tak tau nak cari maklumat kat mane
aku banyak berbut dosa bisa diampuni ngak
Alloh Maha Pengampun kecuali dosa syirik (dosa mempersekutukanNya dengan sesuatu)
Wallohu a’lam bisshowwab
AZ ZUMAR 53
qul yaa ‘ibaadiya alladziina asrafuu ‘alaa anfusihim laa taqnathuu min rahmati allaahi inna allaaha yaghfiru aldzdzunuuba jamii’an innahu huwa alghafuuru alrrahiimu
[39:53] Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Alhamdulillah Alloh masih sayang dengan kita, dan kita masih diberikan hidayah dan kesadaran terhadap kesalahan2 kita (demikian pula dengan saya)
Subhanallah.
Didalam tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya ada yang namanya Sitokrom (kalo gak salah). Sitokrom berperan dalam pembentukan dan penguraian H2O dalam tubuh. Tanpa sitokrom, tubuh makhluk hidup tidak bisa bertahan dari ledakan energi akibat proses-proses tersebut.
Kalo gak salah (lagi) ada di siklus setelah siklus Krebs (lupa namanya).
ALLAH sudah memberikan petunjuk tinggal kita lanjutkan penelitiannya.
Mungkin lebih bagus kalo bahan bakarnya elektrolit kaya oralit gitu.
Bayangin aja kalo kita kehabisan BBM n masih jauh dari SPBU tinggal mampir ke toko beli air mineral tambah gula-garam jadi LGG trus mobil kita bisa jalan lagi ato ke apotek beli cairan infus hehehehe.